Sabtu, 13 Februari 2016

TNI PAMERKAN PESAWAT TANPA WAK KARYA ANAK BANGSA


TNI Pamer Pesawat Tanpa Awak Karya Anak Bangsa



VIVA.co.id - Staf Ahli Kepala Staf TNI AD (Kasahli Kasad), Mayjen TNI Turmarhaban Rajagukguk mengatakan untuk menunjang tugas pokoknya, TNI AD membutuhkan alutsista pesawat terbang tanpa awak.TNI pun memajang salah satu pesawat tanpa awak karya anak bangsa yang diberi nama Drone OS Wifanusa di Aula AH Nasution, Mabes TNI AD, Sabtu, 13 Februari 2016.
"Ini adalah bagian dari modernisasi alutsista untuk mendukung tugas pokok TNI AD. Drone salah satu kebutuhan kita," kata Rajagukguk melalui keterangannya kepada VIVA.co.id.

Dari sekian drone yang dipamerkan, OS Wifanusa satu-satunya yang bisa take off dan landing di air dan landasan darat. Tentu ini cocok untuk Indonesia yang mayoritas luas wilayahnya adalah laut.
"Drone ini kan salah satu prototipe yang nantinya kita akan kaji sehingga seperti apa yang kita butuhkan baik untuk tugas operasi militer perang maupun tugas operasi militer selain perang," ujarnya seraya menyebut SDM juga akan disiapkan jika semua sudah siap.

Diketahui OS Wifanusa yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan sebanyak tiga unit adalah drone canggih. Rencananya, dua unit untuk perbatasan dan satu unit untuk pengawasan ZEE Natuna. Kecanggihan drone ini selain dilengkapi dengan tiga kamera super canggih juga bisa take off dan landing di darat serta di air.

Kemampuan terbang drone buatan Ongen ini juga bisa mencapai 800 km dengan lama terbang (endurance) 8-10 jam dengan sistem kendali jarak jauh (autonomous system) yang tercanggih di dunia saat ini buatan Kanada. Perlu diketahui Drone Ongen ini sudah mendapat sertifikat uji litbang dari TNI AL dan Sertifkat TKDN 28,01% dari Kemenperin

Rabu, 03 Februari 2016

Luncurkan F1, Oppo Ubah Diri Demi Pencinta 'Selfie'

 VIVA.co.id - Vendor ponsel pintar Oppo meresmikan brand baru di tengah peluncuran smartphone Oppo F1. Produk terbarunya ini mengunggulkan sisi teknologi kamera untuk memanjakan para pencinta swafoto (selfie)

Dengan rebranding tersebut, perusahaan asal Tiongkok itu yang mulanya Oppo Smartphone menjadi Oppo Camera Phone. Dan, smartphone F1 merupakan produk smartphone pertama yang termasuk dalam kategori Oppo Camera Phone.

"Sekarang kita memfokuskan diri terhadap camera phone dengan keunggulan teknologi kamera. Rebranding ini sesuai dengan survei yang kita lakukan, kalau banyak mengakui kualitas kamera kita. Dan, juga sekarang pasarnya mengarah ke sana," ujar Chief Executive Officer (CEO) Oppo Indonesia Ivan Lau di Hotel Ritz-Carlton Pacific Grand Ballroom, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016.

Ke depannya, Oppo akan lebih menyasar dengan memproduksi smartphone untuk para pencinta selfie. Namun, disayangkan mereka belum berencana dalam waktu dekat untuk meluncurkan ponsel yang superior kameranya, seperti yang diusung produsen lainnya.

"Tahun ini kita merencanakan untuk menghadirkan sekitar delapan seri di camera phone. Tapi untuk sensor kameranya, kita belum berencana untuk tampilkan produk yang sensasional," jelas dia.

Ditemui di kesempatan yang sama Media Engagement Oppo Indonesia Aryo Medianto juga mengemukakan, kalau dalam setahun ini pihaknya akan gencar dalam mengkampanyekan brand terbarunya.

"Kita akan menyesuaikan dengan pasar yang ada sekarang. Sampai sekarang kita belum tahu model bisnis seperti apa, tapi yang pasti kita fokus lebih spesifik ke camera phone," ucap Aryo.

Agar mempermudah kampanye camera phone ini, Oppo memperpanjang kontrak penyanyi Isyana Saraswati dan menggandeng pembalap muda Rio Haryanto sebagi brand ambassador Oppo. Kedua figur ini sesuai dengan inti perusahaan Oppo, yakni young, meticulous, dan trendsetter.
"Wanita itu suka selfie. Wanita percaya diri dengan hasil foto-foto yang tidak perlu ekstra," ucap Isyana.


Pengaruh Perkembangan Teknologi Dalam kehidupan Manusia

Pengaruh Perkembangan Teknologi Dalam Kehidupan Manusia

Citizen6, Semarang: Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi gaya kehidupan yang semakin mencolok. Itu dikarenakan perkembangan teknologi mempengaruhi model berkomunikasi massa untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari.

Dulu, internet mungkin dianggap sebagai sesuatu yang "wah" dan rumit bagi orang awam, namun sekarang bisa Anda lihat sendiri , internet telah menjadi sesuatu yang umum bagi banyak orang. Atau mungkin Anda termasuk salah satu diantaranya yang mempunyai hampir semua akun di jejaring sosial, dan berinteraksi secara intensif dengan individu lain secara maya.

Di zaman sekarang ini beberapa individu mungkin terlalu over dalam memandang atau menggunakan gadget miliknya. Dimana pun dan kemana pun individu tersebut berada, dia tidak akan lepas dengan handphonenya. Ditambah lagi sekarang ini sudah memasuki era smartphone, sehingga banyak yang bisa dilakukan dalam satu genggaman saja.

Di samping itu makin kecanduannya anak-anak sekarang dengan beberapa video game dikarenakan hardware pemutar game seperti laptop dan desktop yang sudah semakin canggih. Seperti kemunculan alat-alat konsol game yang semakin atraktif, tablet, dan smartphone yang sudah dapat memainkan game high end misalnya.

Apakah ini normal? Coba kita bandingkan dengan menengok 12 tahun kebelakang, masih banyak anak yang lebih melibatkan dirinya dengan aktivitas di luar ruangan, seperti olah raga dan bermain di taman. Selain itu banyak juga orang tua yang mengajak anaknya beraktivitas outdoor bersama, serta kebutuhan orang akan handphone yang belum terasa. Semua hal tersebut membuat orang lebih fokus melakukan kegiatannya dan tidak sambil menyambi melihat status update terkini di smartphone miliknya.

Jika melihat perbandingan di atas dengan perkembangan teknologi sekarang yang semakin canggih, dapat dikatakan memberikan dampak buruk bagi informasi yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya. Seperti penyebaran informasi yang mengecoh serta teralu banyak informasi yang dibahas, padahal belum tentu berguna bagi yang membacanya. Hal inimenyebabkan penerimain formasi menjadi "overloaded information" atau kelebihan informasi, karena kita dipaksa untuk menerima hal tersebut dari setiap informasi yang kita proses.

Alangkah baiknya bila di zaman era globalisasi dan teknologi yang semakin canggih ini, kita sebagai penikmat teknologi sekaligus pengguna, lebih bijak dalam menggunakan dan mengaplikasikan kebutuhan teknologi dalam kehidupan kita.

Untuk para orangtua, boleh saja Anda memberikan konsol maupun hardware video game kepada anak Anda, namun perbanyaklah dalam meluangkan waktu bersamanya, misalnya dengan melakukan aktivitas di luar rumah untuk sekedar bermain atau berolahraga. Sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis antara orangtua dan anak, dan anak akan lebih mengekspresikan dirinya ketimbang ia seharian di depan konsol video game.

Semua itu sekarang tergantung individu masing-masing, karena hanya Anda yang bisa mengendalikan diri Anda dari teknologi yang semakin menjamur


BY: LIPUTAN6